Teritori Pelestarian Wisata Alam

Teritori Pelestarian Wisata Alam

Teritori Pelestarian Wisata Alam – Rimba Lambusango sebagai teritori pelestarian Kabupaten Buton, dan jadi tempat wisata daya tarik alam.

Rimba ini terdiri jadi Cagar Alam Kakenauwe dan Suaka Marga Satwa Lambusango. Lokasi Rimba Lambusango sebagai salah satunya teritori rekreasi alam yang dikuasai oleh teritori rimba.

Rimba Lambusango, Teritori Pelestarian Wisata Alam Daya tarik di Buton

Dalam rimba itu terdapat banyak beragam-ragam satwa liar epidemik yang sangat jarang dan bermacam tipe burung yang hidup disitu. Satwa liar epidemik dan sangat jarang yang bisa diketemukan di rimba ini diantaranya kera hitam Sulawesi, kuskus, macaque, anoa, sampai tarsius.

Baca Juga: Destinasi Pantai Ujung Tiro

Rimba yang ada di Pulau Buton ini kerap didatangi oleh pelancong asal Inggris. Disamping itu, rimba itu kerap didatangi oleh pelancong dalam negeri untuk lakukan penilaian pada bermacam jenis tipe burung dan satwa liar epidemik. Hingga rimba satu ini pas dipakai sebagai pusat penelitian atau riset yang dilaksanakan oleh beberapa periset dari luar serta dalam negeri.

Teritori Rimba Lambusango kurang memperoleh perhatian khususnya dalam soal pengajaran. Walau sebenarnya, kekuatan rekreasi alam di rimba itu sangat besar, apa lagi rimba ini memiliki keberagaman tipe burung dan satwa liar epidemik yang perlu untuk diatur dan jadi evaluasi untuk sumber ilmu dan pengetahuan alam mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi.

Daya Ambil yang Dipunyai Teritori Pelestarian Wisata Alam Rimba Lambusango

Saat bertandang ke sana, situasi yang akan menyongsong Anda masih alami. Suara kicauan burung antara rerimbunan pohon-pohon dan suara hewan-hewan yang lain ada dalam rimba seolah memberi kode jika penghuni rimba benar-benar senang dengan kondisinya karena tidak ada penebangan pohon atau pencemaran lingkungan yang terjadi di teritori rimba ini.

  1. Teritori Pelestarian Alam

Rimba yang mempunyai luas 65.000 hektar ini jika disaksikan dari status kawasannya, 28 ribu hektar salah satunya sebagai teritori pelestarian alam yang terbagi dalam Suaka Marga Satwa Lambusango dan Cagar Alam Kakenauwe. Bekasnya sebagai teritori rimba produksi dan rimba lindung.

  1. Banyak Satwa Epidemik yang Sangat jarang

Situasi alami disuguhi oleh rimba ini saat Anda memasukinya. Kecuali situasi alaminya, rimba ini berisi banyak satwa epidemic yang sangat jarang. Ada seputar 120 spesies burung yang berada di rimba ini, yang mana 36 macamnya sebagai epidemic Sulawesi. Ada juga satwa epidemik lain seperti anoa, kuskus, tarsius, sampai monyet ochreata brunescens.

  1. Dogma Dapat Berjumpa Hal-Hal Ajaib di Dalam Rimba

Daya magnet Rimba Lambusango karena ada dogma yang ucapnya pelancong dapat berjumpa beberapa hal ajaib dalam rimba. Hal itu dikatakan oleh salah seorang warga Dusun Lambusango. Tetapi, terjadi atau tidaknya beberapa hal ajaib itu bergantung dengan niat pelancong yang bertandang.

Ucapnya, bila ada pelancong yang menginginkan emas dengan niat baik agar ekonomi keluarga bisa tertolong, karena itu dalam rimba akan mendapati emas. Sumber lain menjelaskan jika pelancong punya niat baik, karena itu dalam rimba akan menyaksikan mushola. Sedang bila punya niat jelek, karena itu pelancong itu tidak memperoleh hal baik apa saja.

  1. Perpustakaan Hidup

Rimba ini dikatakan sebagai perpustakaan hidup karena sanggup merekam bermacam kejadian alam seperti beberapa obat tradisionil, pengubahan cuaca, kekuatan sumber daya, sampai kekuatan hewan sangat jarang. Karena ada hewan-hewan sangat jarang, karena itu teritori rimba ini benar-benar dijaga kealamiannya dan jadi peninggalan nenek moyang.

  1. Dikenali Sebagai ‘Hutannya Orang Inggris’

Rimba itu semakin banyak didatangi pelancong luar negeri asal Inggris dibanding pelancong asli Indonesia. Tiap tahunnya, ada seputar 300-600 pelancong asal Inggris yang bertandang ke rimba ini lewat Operation Wallacea. Beberapa pelancong asing itu camping di rimba ini sampai 1 minggu untuk dapat pelajari hewan epidemik yang ada disitu.

Alamat dan Jalur Ke arah Posisi Rimba Lambusango

Rekreasi alam berbentuk teritori rimba ini ada di Sulawesi Tenggara, persisnya di wilayah Buton. Secara administratif, rimba itu meliputi beberapa kecamatan yakni Wolowa, Pasarwajo, Siontapina, Kapontori, Lasalimu, dan Lasalimu Selatan. Posisi rimba memiliki jarak 50.69 km bila dilalui dari Muna, 24.77 km bila dilalui dari Kota Bau-Bau, dan 9.07 km bila dilalui dari Buton.

Ada lajur udara dan lajur laut yang dapat Anda menempuh untuk ke arah rimba yang diawali pada Kota Kendari atau Kabupaten Konawe. Jika Anda pilih lajur udara, karena itu Anda dapat memakai pesawat pelopor dengan pendaratan di Lapangan terbang Walter Monginsidi. Lapangan terbang itu berada di Sulawesi Tenggara, persisnya di Kabupaten Konawe.

Kemudian, Anda dapat meneruskan perjalanan lewat lajur darat memakai mobil dengan waktu pintas perjalanan seputar 1 jam. Tetapi benar-benar sayang, karena rimba ini kurang memperoleh perhatian, karena itu sejauh perjalanan belum diketemukan banyak papan petunjuk jalan untuk ke arah posisi rimba.

Jika Anda pilih lajur laut, Anda dapat memakai kapal laut yang bertambat di Dermaga Nusantara yang berada di Kota Kendari. Selanjutnya, dari Dermaga itu Anda dapat meneruskan perjalanan ke Kota Bau-Bau memakai lajur darat dengan waktu pintas perjalanan seputar 4 jam. Kemudian, Anda dapat meneruskan perjalanan ke rimba memakai mobil seputar 1 jam.

Kecuali memakai mobil, Anda bisa juga meneruskan perjalanan ke arah rimba lewat lajur laut dengan mengawalinya dari Dermaga yang ada di Bau-bau memakai transportasi speedboat dengan waktu pintas perjalanan seputar 2 jam.

Langkah Bertandang ke Rimba Lambusango Buton

Karena sebagai teritori konvensional, karena itu untuk dapat masuk di rimba ini, Anda harus memiliki surat ijin masuk teritori itu. Surat ijin yang diartikan dapat Anda dapatkan dengan mengurusinya lebih dulu di kantor Sub Balai KSDA di Sulawesi Tenggara, persisnya di Kota Kendari atau Sub Seksi Pelestarian Sumber Daya Alam (KSDA) yang berada di Kota Bau-Bau, persisnya di wilayah Buton.

Beberapa pelancong yang sudah mempunyai surat ijin dapat bermalam di teritori rimba dengan memakai labundo-bundo. Labundo-bundo ialah tempat pemondokan sementara yang khusus dibangun untuk beberapa periset dan beberapa pengunjung. Tempat pemondokan sementara itu dibangun secara eksklusif oleh pengurus rimba.

Bila ingin bermalam dalam rimba, Anda harus mempersiapkan semua keperluan Anda sendiri terhitung minuman dan makanan karena akan susah mendapati warung makan di seputar rimba. Tetapi bila tidak mau bermalam dalam rimba, Anda bisa juga bermalam di pemondokan yang lebih mencukupi di seputar Kota Bau-Bau.

Di muka rimba cuman ada gapura yang tertulis ‘Selamat Tiba di Rimba Lambusango’ saja, tidak diketemukan papan info sama sekalipun. Saat masuk rimba, Anda akan lewat lajur trackking dengan jalanan aspal. Bila ingin masuk di dalam rimba dan menyaksikan bermacam satwa disitu tidak dapat asal-asalan.

Bermacam satwa dalam rimba itu semakin banyak yang aktif di waktu malam hari. Hingga untuk menyaksikan satwa-satwa itu, Anda harus lewat lajur trackking dan diwajibkan menginap dalam rimba lebih dari 2 hari. Pengurus rimba ini menyengaja tidak membuat papan info karena rimba itu memang dijaga orisinalitasnya.

Aktivitas yang Menarik Dilaksanakan Teritori Pelestarian Wisata Alam di Rimba Lambusango

  1. Lakukan Trackking ke Dalam Rimba

Untuk Anda pelancong yang pemula dengan teritori rekreasi ini, Anda dapat minta warga lokal atau guide untuk menolong Anda masuk di dalam rimba. Anda dapat lakukan trackking saat mendekati malam atau saat sebelum pagi agar dapat menyaksikan hewan-hewan epidemik nocturnal yang ada disitu.

  1. Menginap di Dalam Rimba

Bila Anda telah mempunyai surat ijin untuk masuk teritori Rimba Lambusango, Anda dapat bermalam di Labundo-bundo yang sudah dipersiapkan oleh faksi pengurus rimba. Anda diwajibkan bawa semua kepentingan dan keperluan khususnya minuman dan makanan karena di seputar rimba tidak ada warung makan yang dapat Anda kunjungi.

  1. Menyaksikan dan Pelajari Beragam-ragam Hewan Epidemik

Bermacam hewan epidemik umumnya akan memperlihatkan diri saat mendekati malam atau saat sebelum pagi. Saat mereka memperlihatkan diri, sebaiknya Anda masih tenang dan upayakan tidak boleh mengusik mereka dengan dekatinya. Anda dapat pelajari keanekaragaman hewan epidemik itu dengan menulis ciri-cirinya dan memotretnya.

  1. Mengeruk Info Sekitar Hewan Epidemik Ke Guide

Anda dapat bertanya info apa saja sekitar hewan-hewan epidemic ke guide yang temani Anda menelusuri rimba. Dengan demikian, Anda dapat ketahui kapan saat yang pas untuk menyaksikan hewan-hewan epidemik itu saat memperlihatkan diri. Janganlah sampai menyesal karena tidak berjumpa dengan hewan epidemik ketika ada disitu.

Sarana yang Ada di Rimba Lambusango Buton

Sedikit sarana yang ideal yang ada dalam rimba. Tetapi faksi pengurus telah mempersiapkan pemondokan sementara namanya Labundo-bundo. Anda dapat memakai sarana berbentuk pemondokan sementara itu bila merencanakan ingin bermalam dalam rimba. Ada pula sarana berbentuk pemandu rekreasi atau guide atau warga lokal untuk temani Anda eksplor.

Rimba konvensional ini pas Anda datangi bila Anda ingin menyaksikan keanekaragaman flora dan fauna yang ada dalam rimba. Tetapi janganlah lupa untuk mengurusi surat izin masuk teritori rimba saat sebelum Anda bertandang ke sana. Siapkan fisik yang sehat, semua perlengkapan dan keperluan yang akan Anda pakai saat ada dalam Rimba Lambusango khususnya minuman dan makanan.